Selasa, 31 Mei 2011

Inovasi dan Kualitas Pelayanan (Jembara Identitas Card)

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut aspek kehidupan yang sangat luas. Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan atau pun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, utlilitas, dan lainnya. Berbagai gerakan reformasi publik (public reform) yang dialami negara-negara maju pada awal tahun 1990-an banyak diilhami oleh tekanan masyarakat akan perlunya peningkatan kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah.
 Di Indonesia, upaya memperbaiki pelayanan sebenarnya juga telah sejak lama dilaksanakan oleh pemerintah, antara lain melalui Inpres No. 5 Tahun 1984 tentang Pedoman Penyederhanaan dan Pengendalian Perijinan di Bidang Usaha.
Di jaman modern yang serba cepat dan praktis, masyarakat ingin dimudahkan dalam segala urusannya. Mereka tidak mau ribet bila mengurus sesuatu. Pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan, itulah yang dikehendaki. Pemerintah Kabupaten Jembrana di bawah pimpinan Prof. DR. Drg. I Gede Winasa selalu berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, mudah dan transparan, hal ini tentunya dapat dilakukan secara efektif dan efisien dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Salah satu inovasi yang dilakukan guna mewujudkan pelayanan masyarakat yang prima, adalah dengan memberlakukan J-ID (Jembrana)
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.   Konsep Kualitas Pelayanan
Definisi Kualitas Menurut Para Ahli adalah sebagai berikut
1.      Philip B. Crosby
Kualitas adalah kesesuaian terhadap persyaratan (conformance to requirement of spesification), seperti jam yang tahan air atau sepatu yang tahan lama. Pendekatan Crosby
adalah proses top-down.
2.      W. Edwards Deming
Kualitas adalah pemecahan masalah untuk mencapai penyempurnaan terus-menerus. Pendekatan Deming adalah bottom-up.
3.      Joseph M. Juran
Kualitas adalah kesesuaian dengan penggunaan (fitness for use), seperti sepatu yang dirancang untuk olahraga. Pendekatan Juran adalah orientasi pada pemenuhan harapan pelanggan.
4.      Westinghouse
Kualitas adalah performa kerja yang dapat memenuhi keinginan customer secara cepat dan tepat.
5.      ISO 9000:2000
Kualitas adalah derajat atau tingkat karakteristik yang melekat pada produk yang mencukupi persyaratan atau keinginan.
6.      Scherkenbach (1991): kualitas ditentukan oleh pelanggan; pelanggan menginginkan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan harapannya pada suatu tingkat harga tertentu yang menunjukkan nilai produk tersebut.
7.      Elliot (1993): kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan.
8.      Goetch dan Davis (1995): kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.

B.   Kualitas pelayanan di ukur dari (Zeithami, Parasuraman)
·      Realibility (keandalan)
·      Competence (kemampuan)
·      Responsives (Ketanggapan)
·      Acces (mudah diperoleh)
·      Courtesy (keramahan)
·      Communication (komunikasi)
·      Credibility (dapat dipercaya)
·      Security (keamanan)
·      Understanding (memahami pelanggan)
·      Tangible (bukti nyata)

C.   Permasalahan yang mempengaruhi kualitas pelayanan publik
·      Komitmen pimpinan instansi belum maksimal dan lemahnya fungsi pengawasan yang berorientasi kepada out come.
·      Ego sektoral masih sangat kuat
·      Belum ditetapkan seluruh standar pelayanan untuk setiap jenis pelayanan yang wajib dimiliki oleh unit pelayanan
·      Penanganan dan penyelesaian administrasi pelayanan masih berbelit-belit
·      Kurangnya profesionalisme sumber daya manusia di bidang pelayanan





















BAB III
PEMBAHASAN

A.      J-ID (Jembrana Identitas Diri)

·      Tujuan J-ID
1.  Efisiensi Pengadaan Kartu Identitas
Dengan adanya satu identitas berupa KTP SIAK yang multi fungsi, masyarakat cukup memiliki satu kartu untuk mendapatkan pelayanan dibidang kependudukan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Dengan demikian terjadi efisiensi dana untuk pembuatan kartu pada instansi yang sebelumnya mengeluarkan kartu.
       2.  Peningkatan Kualitas Pelayanan
Selain menyatukan secara fisik berupa sebuah kartu, J-ID juga mengintegrasikan system informasi di Dinas Kependudukan, Bapeljamsosda, Rumah Sakit Umum Negara, Sekolah dan lain-lain. Dengan demikian akses informasi untuk masyarakat dapat dilakukan dengan cepat dan akurat.

·      Pemanfaatan J-ID
1.   Bidang Kependudukan
http://www.jembranakab.go.id/foto_materi/reader.jpgJ-ID yang berupa KTP SIAK dapat digunakan sebagai identitas kependudukan dan pencatatan sipil yangmerupakan pengakuan Negara terhadap hak penduduk dalam dimensi publikdan perdata.
Setelah sukses menerapkan e-goverment dalam sistem pemerintahan, pengembangan IT Jembrana mulai menapaki tangga berikutnya menuju e-society yang diwujudkan melalui KTP SIAK. Penerapan KTP SIAK di Jembrana bukan karena ingin dinilai hebat, namun merupakan amanat dari UU No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP Berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK). KTP SIAK berbasiskan NIK ini merupakan KTP terbaru pengganti KTP Simduk sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2006,
 KTP SIAK yang dikantongi masyarakat Jembrana terbilang sedikit beda. KTP SIAK Jembrana lebih mirip smart card karena bisa digunakan untuk berobat gratis, kartu debit siswa, absensi siswa, bahkan untuk pemungutan suara alias e-voting.
Suksesnya penerapan KTP SIAK di Jembrana, disebabkan karena tersedianya SDM dan perangkat yang memadai. Sehingga Jembrana dijadikan sebagai pusat pelatihan dan pembelajaran tentang e-KTP bagi daerah-daerah yang ada di wilayah timur Indonesia.
            2.  Bidang Pendidikan
J-ID dapat dipakai siswa di Sekolah sebagai kartu siswa untuk absensi di kelas maupun kunjungan di perpustakaan serta sebagai identitas untuk mengakses sistem informasi akademik.




            3.  Bidang Kesehatan
http://www.jembranakab.go.id/foto_materi/periksa.jpg
Sebelumnya masyarakat Jembrana yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan mendapatkan identitas kesehatan dalam bentuk kartu yang dikeluarkan pihak JKJ, Rumah Sakit Umum Negara dan untuk keluarga miskin atau yang mengikuti ASKES mendapatkan juga kartu ASKES. Berkaitan dengan adanya 3 kartu yang dimiliki oleh masyarakat dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Jembrana memandang perlu adanya integrasi dari 3 kartu tersebut termasuk sistem informasi yang mendukungnya, sehingga menjadi satu kesatuan yaitu J-ID. Keberadaan insfrastruktur jaringan atau yang dikenal dengan Jimbarwana Network (J-Net) yang telah sampai hingga ke desa-desa, memungkinkan PPK (Petugas Pelayanan Kesehatan), baik itu Puskesmas, Dokter, dan Bidan dapat meng-akses database pasien yang terdapat di JKJ atau Rumah Sakit Umum Negara.

J-ID dapat dibawa untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Praktek Petugas Pelayanan Kesehatan (Dokter/Bidan) dan Rumah Sakit Umum Negara. Dengan menunjukkan J-ID, rekam medik pasien dapat diakses secara online melalui Jimbarwana Network (J-Net) sehingga diagnosa kesehatan menjadi lebih tepat. Dengan proses transaksi yang online, Pemerintah Kabupaten Jembrana, baik itu Direktur JKJ, Direktur Rumah Sakit, Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial hingga Bupati Jembrana dapat mengakses Sistem Informasi Daerah (SIMDA) yang berkaitan dengan laporan di bidang kesehatan, seperti :
·          Kunjungan Pasien
·          Jumlah Pendapatan
·          10 Besar Penyakit dll

4.   Bidang Politik/Demokrasi
Dilatarbelakangi oleh kesemrawutan Pemilu Legislatif yang lalu, dimana terjadi DPT bermasalah dan lambannya penghitungan suara yang berpotensi munculnya ketidak puasan terhadap hasil pemungutan suara, maka J-ID dapat dipakai masyarakat sebagai kartu identitas dalam pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat dusun dan desa. Dengan menggunakan J-ID yang berupa smart card, proses pendaftaran dan perhitungan suara dapat dilakukan dengan lebih cepat dan transparan.






BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Inovasi yang ada di Jembrana merupakan wujud dalam memperbaiki pelayanan publik kepada masyarakat, ini tidak lepas daripada pemimpin yang berada di Jembrana dengan kreatifitas dan dukungan masyarakat sehingga menjadikan sebuah produk yang berkualitas yaitu J-ID.


















DAFTAR PUSTAKA




0 komentar:

Poskan Komentar