Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian Administratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode Penelitian Administratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

Sampling

Tugas   :  Kelompok
Dosen  :  Dr. Muhammad Rusdi, M.Si


S A M P L I N G 


 








Oleh

Mohammad Wahyuddin
(E 211 08 252)








JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR


KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya.
Makalah ini merupakan salah satu kompetensi dasar bagi Mahasiswa tentang Metode Penelitian Administrasi . Adapun judul yang kami bawakan yaitu “Sampling"
Dalam penulisan makalah ini penulis menemukan kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan terutama sulitnya mencari bahan bacaan sehingga Makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diinginkan. Namun semuanya itu merupakan kesan suka duka yang tak mudah terlupakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Maka sehubungan dengan penyusunan makalah  ini apabila ada kekurangan atau kesalahan, hal itu tidaklah terlepas dari batasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, maka benarlah pepatah berbunyi :
Tak Ada Gading Yang Tak Retak
Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.   Dr. Muhammad Rusdi, M.Si, sebagai Dosen Ilmu Administrasi di Unhas yang memberikan arahan dan pengetahuan tentang Metode Penelitian Administrasi.
2.   Keluarga yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT demi tercapainya kesuksesan penulis dan tak henti-hentinya memberikan bantuan moril dan materil.
3.   Teman-teman Bravo yang senantiasa membantu dan memberikan dorongan.
Sebagai penulis, kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun kepada lapisan masyarakat terutama dari para rekan-rekan pembaca., demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Kiranya Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal, atas segala bantuan yang telah diberikan sehubungan dengan penyusunan Makalah ini.

Makassar,  April 2010  

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                           
KATA PENGANTAR                                                                                         i 
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB    I     PENDAHULUAN                                                                             1
BAB    II   PEMBAHASAN                                                                                2
A.     Terminologi sampling                                                                    2
B.     Batasan sampling                                                                           2
C.     Desain sampel                                                                                3
D.     Cluster and multistage sampling                                                    3
E.      Kapan menggunakan cluster sampling                                          5
F.      Ukuran Sampel                                                                              6
BAB    III  PENUTUP                                                                                          7
                   A.  Kesimpulan                                                                                    7
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          8


BAB I
PENDAHULUAN

Peneliti adalah seorang yang mencari kebenaran maupun menguji akan kebenaran yang telah ada sebelumnya. Data merupakan bahan dasar seorang peneliti meramu penelitiannya untuk mendapatkan hasil sehingga dapat menguji akan tujuan ingin dicapainya. Di Anologikan peneliti ini sebagai Koki yang jago membuat makanan yang lezat, maka dari itu seorang koki yang hebat harus mencari dan meramu bahan-bahan makanan sehingga terciptalah inovasi makanan yang kreatif. Sama halnya dengan peneliti yang mencari data dari populasi. Populasi adalah total himpunan kesatuan yang lebih besar dimana peneliti akan menarik sampel. Sampel adalah sub himpunan kesatuan yang dipilih dari himpunan kesatuan sama lebih besar. Sub himpunan memberi data untuk mengestimasi karakteristik himpunan lebih besar itu. Maka dari itu peniliti harus memahami objek sebagai penyedia data tersebut.
Dalam makalah ini, penulis mencoba fokus pada pengambilan data melalui sampel yang ditarik dari populasi sehingga penulis dapat memberikan informasi kepada pembaca makalah ini begitu pentingnya memahami sampel sebagai objek seorang peniliti.





BAB II
PEMBAHASAN

A.  Terminologi Sampling
Sampel adalah sub himpunan kesatuan yang dipilih dari himpunan kesatuan sama lebih besar. Sub himpunan memberi data untuk mengestimasi karakteristik himpunan lebih besar itu.
Populasi adalah total himpunan kesatuan yang lebih besar dimana peneliti akan menarik sampel. Karakteristik populasi dan hubungan antar karakteristik itu disimpulkan dari data sampel. Populasi bisa berupa orang, bisa juga berupa satuan organisasi pemerintah, rumah tangga, perusahaan, arsip dan sebagainya.
Apakah anda meneliti kelompok 100, 1.000, atau 1.000.000, menarik sampel merupakan cara ekonomis dan efektif mempelajari anggota kelompok itu. Ini berlaku jika data anda bersumber dari responden individu, catatan kasus, agensi, atau data komputer. Orang yang tidak mengerti namanya sampel akan salah mengerti, salah memahami, dan mengira penelitian harus melibatkan semua populasi.
B.   Batasan Sampling
Batasan sampling. Untuk menyampling rumah tangga di suatu daerah, orang harus menyiapkan daftar nama setiap keluarga di daerah itu. Daftar lengkap jarang ada. Daftar apa saja yang dipakai dapat dinamakan batasan sampling. Bila tidak ada daftar, batasan bisa berupa prosedur serupa untuk mengidentifikasi satuan populasi. Batasan sampling bisa berupa satuan yang ditentukan bukan sebagai bagian dari populasi atau yang tidak termasuk sebagai anggota. Sampel rumah tangga misalnya ditarik dari buku telepon. Buku ini juga berisi bisnis yang bukan bagian dari populasi, dan rumah tangga yang tidak punya telepon atau tidak terdaftar dalam buku tidak dimasukkan. Masalah potensial dengan batasan sampling adalah bila daftar yang berupa kelompok beberapa unit, dan ternyata ada di antara unit itu terdaftar lebih dari sekali.
C.  Desain sampel
Desain sampel adalah prosedur untuk memilih unit dari populasi dalam bentuk sampel. Sampling fraction adalah persentase populasi yang dipilih untuk dijadikan sampel. Perbedaan antara probabilitas dengan non probabilitas desain sampel penting. Dengan probabilitas sampel, setiap unit populasi pasti memiliki peluang non nihil (nonzero) untuk menjadi sampel. Desain non-probabilitas menghalangi peneliti mengkalkulasi probabilitas unit mana dalam populasi yang akan dijadikan sampel. Dalam sampling non-probabilitas, prinsip lain berlaku duluan. Bila probabilitas sampel digunakan secara benar bias seleksi dapat dihindari, teori statistik digunakan untuk mengestimasi parameter dan mengevaluasi akurasi estimasinya.
D.  Cluster and multistage sampling
Pada sejumlah masalah sampling, unit populasi sudah terbentuk dalam kelompok atau cluster. Jika kita ingin menyurvei penduduk negara bagian dalam kaitannya dengan pemanfaatan layanan, maka unit analisanya bisa berupa individu penduduk. Tapi mereka dapat dikelompokkan menjadi cluster dalam beberapa cara. Dalam cluster sampling, kita pilih sampel kelompok dari batasan sampling dan mendapatkan informasi semua unit dalam kelompok yang dipilih. Jika semua unit dalam cluster yang dipilih dimasukkan ke dalam sampel, maka desainnya dinamakan cluster sampling. Jika sampel unit diambil dari setiap cluster yang dipilih, maka desainnya dinamakan multistage sampling.
Bila peneliti ingin mendapatkan data tentang penggunaan sarana kesehatan mental di lima negara bagian. Tahap di bawah ini akan menjadi pendekatan cluster sampling, multistage:
1.       Tahap satu: peneliti mengambil sampel dari unit yang lebih besar yang berisi cluster dengan unit yang lebih kecil. Pada kasus ini, county menjadi pilihan.
2.       Tahap dua: sampel dari wilayah lebih kecil—township—dipilih dari county yang dipilih sebelumnya.
3.       Tahap tiga: sampel dari daerah geografis juga kecil yang didasarkan dengan ukuran populasi, dipilih dari township yang ditentukan sebelumnya di tahap dua.
4.       Tahap empat: pilih sampel sebarang dari unit pemukiman—rumah, kondominium, dan departemen—dari unit yang lebih kecil yang ditentukan di tahap tiga.
5.       Tahap lima: pada tahap ini peneliti akan memasuki unit perumahan yang dipilih dan mewawancarai penghuninya. Tentu ia butuh beberapa prosedur untuk memilih penghuni yang akan diwawancarai, karena banyak lokasi perumahan yang mungkin berisi lebih dari satu penghuni dewasa.
E.   Kapan menggunakan cluster sampling
Cluster sampling direkomendasikan untuk penelitian yang menggunakan wilayah geografi yang luas. Tanpa kemampuan membatasi sampel untuk mengelompokkan wilayah, yaitu untuk cluster terpilih, biaya dan logistik menyebabkan sampling pada populasi yang menyebar luas menjadi sulit, bahkan tidak mungkin. Jika wawancara tatap muka yang digunakan mengambil data, sampel yang menyebar jarang pada wilayah yang cukup luas akan sangat mahal untuk dijangkau. Cluster sampling membantu menghemat biaya itu.
Cluster sampling juga digunakan karena tidak ada batasan sampling untuk unit analisa yang ada dan tidak ada yang bisa dilakukan. Cluster sampling membantu menutup kurangnya batasan sampling. Menggunakan kombinasi cluster dan multistage sampling membantu peneliti membuat batasan sampling untuk tahap akhir proses.
Meski cluster dan multistage sampling menghemat waktu perjalanan dan biaya, ia membutuhkan sampel yang lebih besar dari metode lainnya dengan level akurasi sama. Apa yang terjadi jika cluster awal yang akan disampel memiliki ukuran populasi yang sangat berbeda ? Jika salah satu dari cluster itu berisi proporsi populasi yang dignifikan, sampel multistage mudah sekali kehilangan cluster. Untuk menyesuaikan situasi ini, peneliti menggunakan teknik “probability proportional to size” atau PPS.
F.   Ukuran Sampel
Salah satu pertanyaan pertama yang ditanyakan administrator mengenai sampling ialah ketepatan ukuran sampel. Mereka yang tidak familiar dengan prosedur sampling dan teorinya menganggap bahwa penentu utama ukuran sampel ialah ukuran seluruh populasi. Namun untuk menentukan ketepatan ukuran sampel, pakar sampling harus mengetahui informasi lainnya.
Rumus menentukan besar sampel untuk karakteristik populasi yang dijabarkan dalam proporsi:
(skor-z sebagai taraf keyakinan)/akurasi
dimana
n           =    ukuran sampel (Ket: N besar kadang dipakai untuk menunjukkan ukuran populasi). Faktor penyesuai untuk ukuran populasi tidak dicantumkan)
p           =    proporsi populasi dalam satu kategori dengan variabel dikotomi. Batas  adalah standar deviasi proporsi dan ukuran variabilitas populasi.
skor-z   =    skor standar yang berhubungan dengan taraf keyakinan yang tepat. Diambil dari distribusi teoritis semua statistik sampel. Untuk taraf keyakinan 95 persen, skor-z sebesar 1.96, atau hampir 2.



DAFTAR PUSTAKA


O’Sullivan, Elizabethann, dkk. 2003. Research Methods for Public Administrators, Addison Wesley Publihser.



Design Penelitian

Tugas   :  Kelompok
Dosen  :  Dr. Muhammad Rusdi, M.Si


DESIGN PENELITIAN


 








Oleh

Mohammad Wahyuddin
(E 211 08 252)








JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR


KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya.
Tugas  ini merupakan salah satu kompetensi dasar bagi Mahasiswa tentang Metode Penelitian Administrasi . Adapun judul yang saya bawakan yaitu   ”Latar Belakang dan Fokus Penelitian.
Dalam penulisan makalah ini penulis menemukan kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan terutama sulitnya mencari bahan bacaan sehingga Makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diinginkan. Namun semuanya itu merupakan kesan suka duka yang tak mudah terlupakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Maka sehubungan dengan penyusunan makalah  ini apabila ada kekurangan atau kesalahan, hal itu tidaklah terlepas dari batasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, maka benarlah pepatah berbunyi :
Tak Ada Gading Yang Tak Retak
Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.   Dr. Muhammad Rusdi, M.Si, sebagai Dosen Ilmu Administrasi di Unhas yang memberikan arahan dan pengetahuan tentang Metode Penelitian Administrasi.
2.   Keluarga yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT demi tercapainya kesuksesan penulis dan tak henti-hentinya memberikan bantuan moril dan materil.
3.   Teman-teman Bravo yang senantiasa membantu dan memberikan dorongan.
Sebagai penulis, kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun kepada lapisan masyarakat terutama dari para rekan-rekan pembaca., demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Kiranya Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal, atas segala bantuan yang telah diberikan sehubungan dengan penyusunan Makalah ini.
Makassar,     Maret

                                 Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                           
KATA PENGANTAR                                                                                         i 
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB    I     PENDAHULUAN                                                                             1
BAB    II   PEMBAHASAN                                                                                2
A.     Pengertian Desain Penelitian                                                         2
B.     Dasar-dasar Ukuran                                                                       2 
C.     Mendefinisikan “statistik”                                                             3
D.     14 prinsip ukuran desain penelitian kualitatif                                4
E.      Statistik dalam penelitian administrasi publik                           5
BAB   III   PENUTUP                                                                                        6
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          7


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Semua kegiatan penelitian ilmiah harus dilakukan secara sistematis didalam penyusunan penelitian. Pada makalah ini penulis mencoba untuk memberi gambaran spesifik mengenai desain penelitian yang tertuang dalam beberapa sub-sub pembahasan dalam makalah ini. Dalam suatu penelitian, desain penelitian sangat mempunyai andil besar dalam mempengaruhi keberhasilan penelitian.
Dalam melakukan penelitian, salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas.
Dalam pembahasan khusus mengenai desain penelitian, akan banyak disinggung mengenai penelitian kuantitatif dan kualitatif. Karena jenis penelitian tersebut betul-betul harus di desain sedemikian rupa. Dalam desain penelitian kuantitatif dan kualitatif penulis berusaha untuk mengetengahkan jenis-jenis data berdasarkan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Untuk itu, dalam pembahasan makalah ini penulis lebih banyak memfokuskan desain penelitian pada 2 pendekatan tersebut sebagai bahan bacaan dan bahan acuan bagi proses kami selanjutnya.

 




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Desain Penelitian
Echols dan  Hassan Shadily, desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud. Sedangkan Lincoln dan Guba mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan eksternal yang komprehensif.

B.  Dasar-dasar ukuran
Variabel kuantitatif adalah sesuatu yang dapat dihitung. Ketika nilai yang berbeda mewakili kategori suatu variabel—misalnya pria dan wanita dalam variabel gender—maka muncul makna berbeda tapi spesifik.
Dalam penelitian peneliti memakai empat tipe data ukuran
  1. Data nominal, paling lemah, hanya perlu lulus satu uji. Beda angka pasti beda unsur. Skala nominal, semata-mata angka penamaan atau klasifikasi. Dengan skala ini, perbedaan kategori dalam angka berbeda secara kualitatif. Artinya ia bukan hitungan sesuatu akan tetapi angka yang menunjukkan satu kategori pada suatu kelas yang terdiri lebih dari satu kelompok. Dengan data level nominal, angka atau label digunakan hanya untuk membedakan.. Contoh skala nominal atau kategorikal sebagai berikut:
-     Nilai 1 an 2 menunjukkan kategori wanita dan pria.
-     Nilai 0 dan 1 mewakili kelompok pemakai dan non pemakai
-     Angka untuk menunjukkan type pekerjaan, anggota partai politik, kelas di sekolah tinggi.
  1. Data ordinal : skala ordinal memberikan banyak informasi dibanding skala nominal, kaidah yang mengaturnya berlawanan dengan kaidah data nominal. Kaidah ini mengatakan bahwa unsur yang diukur dapat diperingkat atau diurut menurut beberapa dimensi.
  2. Data interval : jenis ketiga data ukuran ialah interval. Untuk dihitung sebagai skala interval, ukuran harus melewati tiga uji. Pertama, beda angka beda unsur. Kedua, unsur yang diukur dapat diperingkat atau disusun dalam beberapa dimensi. Dan ketiga—kaidah paling penting-selisih antar level berdekatan pada skala adalah (atau diasumsikan) sama.. Gradasi satuan dalam skala bisa lebar atau sempit sesuai kebutuhan. Contoh, skala lima satuan, jarak antara 3 dan 4 atau antara 4 dengan 5 bisa dalam puluhan, ratusan, ribuan, atau lebih kecil dari itu, tapi tetap sama pada setiap bagian di skala itu. Karena itu kita bisa melihat mean (rata-rata) ukuran 3.3, 3.33, atau 3.333 tergantung akurasi yang diinginkan. Jarak antara 3 dan 4, atau 1 dan 2, tidak pernah berubah. Mengukur suhu menggunakan derajat Farenheit adalah contoh baik data skala interval.
  3. Data rasio: sama dengan tiga skala atau type data lainnya, kaidah level rendah juga berlaku bagi skala rasio. Beda angka beda unsur, data dapat diperingkat atau disusun dalam beberapa dimensi, dan interval antar titik bernilai sama. Kaidah keempat yang mengatur rasio ialah skala ukuran memiliki nilai nol absolut atau nilai nol tetap sekalipun nilai itu tidak dipakai pada jarak spesifik item yang diukur. Contoh skala rasio adalah waktu, jarak, massa, dan berbagai kombinasinya; satuan terjual, jumlah pembeli, dan suhu derajat Celcius.
C.   Mendefinisikan “statistik”
Istilah statistik digunakan dalam banyak cara. Statistik digunakan untuk menafsirkan data numerik dalam suatu laporan. Istilah statistik juga digunakan untuk mendefinisikan teknik dan prosedur matematika untuk mengumpul, menjelaskan, menganalisa, dan menginterpretasi data. Proses statistik meliputi penghitungan event, determinasi nilai tengah kelompok hitung, melakukan uji hipotesa, dan menentukan hubungan antara dua variabel.
D.  14 prinsip ukuran desain penelitian kualitatif
1.         Desain penelitian kualitatif pada umumnya merupakan desain penelitian yang tidak terinci, fleksibel, timbul dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan.
2.         Lebih bersifat restrospektif yaitu, desain penelitian diketahui secara pasti setelah penelitian selesai
3.         Desain biasanya tidak mengemukan hipoteses yang perlu di tes, tetapi lebih berupa fokus penelitian yang penekannya sebagai guide atau petunjuk dalam mencari atau mengumpulkan data.
4.         Hasil penelitian lebih bersifat terbuka dan tidak membatasi phenomena ke dalam variable
5.         Desain penelitian lebih fleksibel dengan langkah-langkah yang tidak dapat dipastikan, disamping juga hasil penelitian tidak dapat diprediksi atau diramalkan.
6.         Peneliti melakukan analisis data sejak awal penelitian, bersamaan dengan proses pengumpulan data, bersifat terbuka, open endded dan dilakukan secara induktif.
7.         Penggunaan populasi posisinya tidak terlalu perlu
8.         Sampling lebih cederung menggunakan prinsip non probability sampling (Kerlinger: 1986), yang didalamnya dibedakan menjadi empat macam yaitu a) purposive, b) accidental, c) quota dan d) snow-ball sampling
9.         Instrumen penelitian kualitatif pada umumnya lebih bersifat internal dan subyektif, yang direfleksikan dengan “peneliti sebagai instrumen”
10.     Analisis data lebih bersifat terbuka terhadap perubahan, perbaikan dan penyempurnaan atas dasar data baru yang masuk atau diterima peneliti.
11.     Hipoteses tidak dapat dirumuskan pada awal penelitian, karena pada penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menguji kebenaran
12.     Statistik tidak terlalu diperlukan dalam pengolahan data dan penafsiran data
13.     Lama penelitian tidak dapat ditentukan sebelumya oleh si peneliti.
14.     Dalam penelitian kualitatif-naturalistik selalu terjadi kemungkinan peneliti menemukan hal baru (invention) disamping juga penemuan kembali hal-hal tertentu yang sebenarnya dahulu sudah ada atau discovery.
E.  Statistik dalam penelitian administrasi publik
Administrator publik dalam menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, informasi numeriknya disajikan dalam bentuk tabel, bagan, maupun ilustrasi gambar. Empat type statistik deskriptif dasar yang paling banyak digunakan manajer (Lang dan Heiss 1994): ukuran tendensi sentral, ukuran variabilitas data, ukuran posisi relatif dalam himpunan, ukuran korelasi antara dua variabel atau lebih. Type statistik inferensial dasar yang digunakan dalam riset administrasi publik:
-          uji-t perbedaan signifikan antar mean kelompok dependen (tidak berkorelasi)
-          uji-t perbedaan signifikan antar mean kelompok berpasangan atau berkorelasi analisa regresi sederhana untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antar variabel
-          uji analisa varians (ANOVA) untuk perbedaan satu variabel pada dua kelompok atau lebih
-          uji analisa varians (ANOVA) untuk perbedaan dua variabel atau lebih antar dua kelompok atau lebih, dan interaksi yang disebabkan kedua variabel itu
-          analisa covarians (ANCOVA) digunakan pada pra tes dan pasca tes aplikasi eksperimen.
BAB III
PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat kami simpulkan bahwa desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan eksternal yang komprehensif. Pada penelitian kualitatif, bentuk desain dimungkinkan bervariasi karena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyai sifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan apa yang dijumpai peneliti dalam proses penelitian di lapangan.
Makalah kami juga membahas mengenai desain penelitian kuantitatif dan desain penelitian kualitatif. Pada penelitian kualitatif, penulis memaparkan beberapa jenis data pada penelitian kuantitatif dan 14 prinsip pada penelitian kualitatif.
Pada pembahasan lain, penulis juga memaparkan mengenai statistic dalam administrasi publik. Administrator publik dalam menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, informasi numeriknya disajikan dalam bentuk tabel, bagan, maupun ilustrasi gambar. Empat type statistik deskriptif dasar yang paling banyak digunakan manajer (Lang dan Heiss 1994): ukuran tendensi sentral, ukuran variabilitas data, ukuran posisi relatif dalam himpunan, ukuran korelasi antara dua variabel atau lebih.

 








DAFTAR PUSTAKA



McNabb, E., David.  2002. Research Methods in Public Administration and Nonprofit Management: Quantitative and Qualitative Approaches, ME, Sharp.

Sumber Media :
http://www.google.co.id. desain penelitian.rakim’sblog.