Senin, 17 Januari 2011

teori modernisasi

a.    Pengertian teori modernisasi
Teori Modernisasi ; Pembangunan sebagai masalah internal. Teori ini menjelaskan bahwa kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor internal atau faktor-faktor yang terdapat di dalam negara yang bersangkutan.
Ada banyak variasi dan teori yang tergabung dalam kelompok teori ini antara lain adalah:
·       Teori yang menekankan bahwa pembangunan hanya merupakan masalah penyediaan modal dan investasi. Teori ini biasanya dikembangkan oleh para ekonom. Pelopor teori antara lain Roy Harrod dan Evsay Domar yang secara terpisah berkarya namun menghasilkan kesimpulan sama yakni: pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi.
·       Teori yang menekankan aspek psikologi individu. Tokohnya adalah McClelaw dengan konsepnya The Need For Achievment dengan symbol n. ach, yakni kebutuhan atau dorongan berprestasi, dimana mendorong proses pembangunan berarti membentuk manusia wiraswasta dengan n.ach yang tinggi. Cara pembentukanya melalui pendidikan individu ketika seseorang masih kanak-kanak di lingkungan keluarga.
·       Teori yang menekankan nilai-nilai budaya mempersoalkan masalah manusia yang dibentuk oleh nilai-nilai budaya di sekitarnya, khususnya nilai-nilai agama.  Satu masalah pembangunan bagi Max Weber (tokoh teori ini) adalah tentang peranan agaman sebagai faktor penyebab munculnya kapitalisme di Eropa barat dan Amerika Serikat. Bagi Weber penyebab utama dari semua itu adalah etika protestan yang dikembangkan oleh Calvin.
·       Teori yang menekankan adanya lembaga-lembaga sosial dan politik yang mendukung proses pembangunan sebelum lepas landas dimulai.
Menurut pemahaman saya bahwa teori modernisasi ini mencoba menjelaskan bahwa masalah pembangunan dalam suatu negara itu terjadi pada lingkup internal negara itu sendiri seperti halnya pemerintahan dalam mengurus dan mengatur negara yang, bagaimana membuat suatu kebijakan yang berpihak kepada rakyatnya.

b.    Hubungan antara teori modernisasi dengan teori ketergantungan
Kalau menurut pemahaman saya, teori modernisasi dan teori ketergantungan tidak memiliki hubungan dari segi peranan dalam pembangunan dikarenakan bahwa teori ketergantungan mencoba untuk menelaah bahwa kemiskinan yang terjadi dan pembangunan yang gagal dikarenakan dari eksploitasi dari negara yang kuat atau maju dan ketergantungan dari negara-negara yang telah maju. Ada berbagai contoh yang kita bisa telaah dari contoh Indonesia perspektif teori modernisasi ini, bahwa ada berbagai kebijakan yang diambil oleh negara Indonesia dan ketergantungan dengan negara maju mengakibatkan pertumbuhan ekonomi tidak signifikan sehingga apa yang dimaksud salah satu bagian dari teori modenisasi oleh WW. Rostow bahwa untuk menjadi negara maju/lepas landas dan tahap kedepannya perlu ada peningkatan salah satunya pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Jadi makna dari teori ketergantungan adalah untuk memajukan suatu negara harus lepas dari ketergantungan negara lain sehingga terlepas dari ekploitasi seperti yang terjadi di Papua (Freport) salah satu bentuk ekploitasi, jadi perlu adanya ketegasan dan negara terbelakang harus melakukan industrialisasi yang dimulai dengan industri subtitusi impor 


c.    Dua contoh Kebijakan Pembangunan di Indonesia
       a.    Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan
       b.  Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.
Jadi dari dua kebijakan ini jika dalam menciptakan pertumbuhan masih kurang signifikan tapi dalam hal diferensiasi misalnya pertumbuhan ekonomi dari tahun 2005 sampai 2010 meningkat 5 % ke 7 %, namun peningkatan ini masih belum dirasakan oleh rakyat Indonesia secara nyata dibuktikan dengan masih banyak pengangguran dan kemiskinan, ketidaksejahteraan rakyat Indonesia.
Dalam hal progress, Indonesia yang saat ini kalau kita kaitkan dengan teori dari Rostow yang lima tahapan pembangunan. Indonesia sejak merdeka sampai sekarang tidak ada progress yang nyata dan masih pada tahap ke 2 pra kondisi untuk lepas landas, inilah salah satu bukti bahwa belum ada progress (kemajuan) yang nyata (real) yang dapat dirasakan oleh rakyat sepenuhnya.  

0 komentar:

Poskan Komentar