Senin, 15 November 2010

Catatan Kuliah Semester IV

Dosen    :   Drs. H. Akib Halede                 Selasa,        /2 / 2010

PERILAKU ORGANISASI

Jenis perilaku penentu kinerja karyawan
  1. Produktivitas                      3.   Turnaver (Pergantian)
  2. Ketidakhadiran                  4.   Kepuasaan

KONSEP DASAR PERILAKU ORGANISASI
Hakekat Manusia   :   -   Perbedaan individu      -   Martabat manusia
                                  -   Manusia seutuhnya      -   Motivasi

Hakekat organisasi     -   Sistem sosial                -   Pola aktivitas
                                  -   Kepentingan bersama
Pembagian tugas pekerjaan :
-   Secara vertical : menurut derajat kewenangan atau delegasi
-   Secara horizontal : menurut jenis tugas dan fungsi
Problem perilaku organisasi pada delegasi
1.  Bila terdapat ketidakseimbangan antara tugas, kekuasaan, dan tanggung jawab
2.  Apabila terjadi overlopping atau gap reponsibility
3.  Apabila terjadi dualisme dalam komando
4.  Apabila terdapat pemakaian yang keliru dari prinsip pengecualian
Problem perilaku organisasi menurut fungsi :
1.  Perbedaan orientasi dalam pekerjaan
2.  Ketergantungan pada organisasi secara dan exteren
3.  Keterbatasan pengalaman dan sudut pandang
Overlapping : tindih menindih di dalam tugas
Gap of responsibility : kekosongan di dalam tugas
Prinsip-prinsip manusia dalam berperilaku :
-   Kemampuan tidak sama
-   Kebutuhan yang berbeda
-   Berpikir tentang masa depan
-   Pengaruh / pemahaman lingkungan

Faktor-faktor pembentuk perilaku ( S.P. Siagian)
-   Faktor genetik
-   Faktor lingkungan
-   Faktor pendidikan
-   Faktor pengalaman
-   Faktor agama / keyakinan
Faktor pembina kerjasama dalam organisasi :
1. Suasana keterbukaan dalam interaksi antar individu
2. Kerjasama dalam perumusan tugas , status, peranan, dan tanggung jawab
3. Ketaatan pada aturan main oleh semua orang
4. Suasana persaingan yang sehat dalam organisasi
Faktor pendukung keberhasilan dalam organisasi
1.  Kondisi kerjasama yang baik
2.  Merasa diikat sertakan
3.  Cara pendisiplinan yang manusiawi
4.  Pemberian penghargaan
5.  Kesetiaan kepada bawahan
6.  Terbuka promosi
7.  Keamanan pekerjaan
8.  Tugas pekerjaan menarik

Iq : naluri untuk mencari kepuasaan untuk dirinya sendiri
Super ego : jiwa yang mengandung unsur ideal dan pikiran baik
Ego : bila terjadi konflik antara kedua unsur tadi ( iq & super ego) kemudian didamaikan (Signaund Freud)
Dalam memahami perilaku manusia ditentukan oleh proses & output bahwa manusia itu adalah sistem terbuka.
Introversi : sifat kepribadian yang suka menghabiskan waktunya dengan dunianya sendiri dan puas akan pikiran dan perasaan
Ekstroversi : cenderung mengarahkan perhatiannya pada orang lain dan lingkungan dan ada kepuasan dengan lingkungan.

Dosen    :   Drs. Nurdin Nara, M.Si            Rabu,        / 2 / 2010

KEPEMIMPINAN

Kepemipinan adalah seni dan proses atau sifat dan perilaku mempengaruhi ..

Sumber pengaruh :
Coercive power
Legitimate power
Reward power
Expert power
Kepemimpinan adalah seni mengkoordinasi dan memotivasi individu dan kelompok untuk mencapai tujuan yang dikehendaki ( John. ..
Kepemimpinan adalah keterampilan dan kemampuan seseorang mempengaruhi perilaku orang lain baik yang kedudukannya lebih tinggi rendah daripadanya dalam berpikir dan bertindak agar perilaku yang semula mungkin individualistik dan egoisentrik menjadi perilaku organisasi.
Pemimpin yang berhasil adalah orang-orang biasa yang mampu melakukan hal-hal yang luar biasa.
Faktor berpengaruh lahirnya pemimpin
  1. Bawaan dari lahir
  2. Tradisi
  3. Pendidikan
  4. Kesempatan
  5. Lingkungan
  6. Keadaan darurat
Syarat pemimpin (Kautilya, 321 SM)
  1. Pribumi, lahir dari keturunan lahir
  2. Sehat, kuat, berani dan ulet
  3. Intelegent, punya ingatan yang kuat, pandai dan fasih berbicara .
  4. Punya watak murni (berpandangan kedepan)
  5. Ramah tamah, baik hati, dan sopan
  6. Terampil, terlatih baik dalam bidang seni
  7. Mempunyai pengaruh.

Implementasi syarat-syarat pemimpin
IQ (Intellegence Quetiont)
Mampu menghadapi perubahan
Mampu mengembang visi & misi kelembagaan
Mampu memberdayakan potensi SDM

EQ (Emotional Quetiont)
Mampu mengendalikan diri
Lebih mengutamakan rasio daripada emosi
Sikap terbuka, transparan, akomodatif

SQ (Spiritual Quentiont)
Mampu memegang amanah
Sikap dan perilaku mengacu pada nilai moral / dan etika
Amar ma’ruf nahi munkar

CQ ( Creativity Quetiont)
Mampu mencari dan menciptakan terobosan
Mampu menghasilkan ide

Dosen    :   Dr. Muhammad Rusdi, M.Si    Selasa,     02/2010 

METODE PENELITIAN ADMINISTRASI

Metode penelitian merupakan cara ilmiah, kegiatan yang dilandasi metode keilmuan, yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.

Metode keilmuan yang melandasi suatu metode penelitian merupakan gabungan antara pendekatan rasional, yang memberikan kerangka berpikir yang koheren dan logis, dengan pendekatan empirik, yang memberikan kerangka pengujian dalam memastikan suatu kebenaran.
Data yang diharapkan diperoleh dengan cara ilmiah adalah data yang
*       Obyektif.
*       Valid.
*       Reliable.
Metode penelitian administrasi dapat diartikan  sebagai cara ilmiah yang digunakan untuk  mendapatkan data yang obyektif, valid, dan  reliable dengan tujuan dapat menemukan,  membuktikan, dan mengembangkan suatu  pengetahuan, sehingga dapat digunakan untuk  memahami, memecahkan, dan mengantisipasi  masalah-masalah dalam bidang administrasi publik.
Jenis Penelitian
Pendekatan
Tujuan penggunaan
Tujuan penjelasan
Dimensi waktu
Metode pengamatan
Kuantitatif
Murni
Deskriptif
Cross-sectional
Eksperimen
Kualitatif
Terapan
Eksplanatori
Longitudinal
Survey


Eksploratori
Case study
Analisis isi




Data statistik




Field research




Perbandingan sejarah



Pendekatan
Metode
Data
Kuantitatif
Kuantitatif
Kuantitatif
Kualitatif
Kualitatif
Kualitatif

Tiga macam pemakaian konsep kuantitatif dan kualititatif:
*          Pendekatan, pendekatan kuantitatif dan kualitatif  lebih  berbicara mengenai bagaimana kita melihat dan mempelajari suatu gejala atau realitas sosial, yang kesemuanya didasari  oleh asumsi dasar dari ilmu sosial.
*          Metode, metode kuantitatif dan kualititatif lebih kepada cara kita untuk menjawab pertanyaan yang muncul. Pada metode kuantitatif dan kualitatif akan dibicarakan mengenai tingkat analisis, teknik pengumpulan data, serta teknik analisis data.
*          Data, data kuantitatif dan kualititatif lebih terarah pada hasil temuan lapangan, yang bisa dikelompokkan sebagai data yang berbentuk angka-angka dan data-data yang merupakan pemaknaan akan sesuatu.

Tugas Mpa (Inti)
Oleh Mohammad Wahyuddin
A.   Pendekatan Positivism / Kuantitatif
Paradigma kuantitatif menekankan pada pengujian teori melalui pengukuran variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik. Penelitian yang menggunakan pendekatan deduktif yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif. Paradigma ini disebut juga dengan paradigma tradisional (traditional), positivis (positivist), eksperimental (experimental), atau empiris (empiricist).
Dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didasari pada argumen deduksi. Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat  dari alasan-alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data. Proses pengambilan kesimpulan dengan cara deduksi didasari oleh alasan-alasan yang benar dan valid. Proses pengambilan kesimpulan berdasarkan alasanalasan yang valid atau dengan menguji hipotesis dengan menggunakan data empiris disebut proses deduksi dan metodenya disebut metode deduktif dan penelitiannya disebut penelitian deduktif. Proses deduksi selalu digunakan pada penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif.
Secara harfiah, sesuai dengan namanya, penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur kuantifikasi, perhitungan statistik, atau bentuk cara-cara lainnya yang menggunakan ukuran angka (Strauss dan Corbin, 1990 dalam Hoepfl, 1997 dan Golafshani, 2003). Kualitatif berarti sesuatu yang berkaitan dengan aspek kualitas, nilai atau makna yang terdapat dibalik fakta. Kualitas, nilai atau makna hanya dapat diungkapkan dan dijelaskan melalui linguistik, bahasa, atau kata-kata. Oleh karena itu, bentuk data yang digunakan bukan berbentuk bilangan, angka, skor atau nilai; peringkat atau frekuensi; yang biasanya dianalisis dengan menggunakan perhitungan matematik atau statistik (Creswell, 2002).
Menurut Creswell (2003), pendekatan kualitatif adalah pendekatan untuk membangun pernyataan pengetahuan berdasarkan perspektif-konstruktif (misalnya, makna-makna yang bersumber dari pengalaman individu, nilai-nilai sosial dan sejarah, dengan tujuan untuk membangun teori atau pola pengetahuan tertentu), atau berdasarkan perspektif partisipatori (misalnya: orientasi terhadap politik, isu, kolaborasi, atau perubahan), atau keduanya.
MPA II
Dalam Creswell (1994) disebutkan empat jenis penelitian dalam pendekatan kualitatif.
  1. Etnografi : dalam penelitian ini yang dipelajari adalah kelompok budaya dalam konteks natural selama periode tertentu, dengan tujuan untuk mengetahui budaya kelompok tersebut.
  2. Grounded Theory : yang diupayakan dalam penelitian ini adalah menyimpulkan suatu teori dengan menggunakan tahap-tahap pengumpulan data dan saling menghubungkan antara kategori informasi. Karakteristik dari jenis ini adalah perbandingan antar data dari berbagai kategori dan penggunaan sampel yang berbeda dari kelompok populasi untuk memaksimalkan persamaan dan perbedaannya.
  3. Studi Kasus : yang digali adalah entitas tunggal atau fenomena (“kasus”) dari suatu masa tertentu dan aktivitas (bisa berupa program, kejadian, proses, institusi atau kelompok sosial), serta mengumpulkan detil informasi dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data selama kasus itu terjadi.
  4. Studi Fenomenologi : dalam penelitian ini yang diteliti adalah pengalaman manusia melalui deskripsi dari orang yang menjadi partisipan penelitian, sehingga peneliti dapat memahami pengalaman hidup partisipan.
Pertanyaan dalam penelitian
Pertanyaan yang produktif sangat menentukan keefektifan sebuah penelitian. J.T. Campbell dkk. (1982) telah melihat masalah ini dengan menggunakan berbagai teknik empiris, termasuk perbedaan antara studi dengan menggunakan berbagai teknik empiris, termasuk studi kontras yang menilai kegagalan dan keberhasilan organisatoris. Penelitian mereka terbatas pada psikologi industry dan organisasi. Tetapi, banyak kesimpulan-kesimpulan mereka tampaknya memiliki relevansi yang umum untuk studi sosial. Memilih pertanyaan yang inovatif, bukanlah bukanlah suatu tindakan atau keputusan yang serta-merta. Penelitian yang berarti adalah sebuah proses, sikap dalam cara berpikir. Penelitian yang berhasil akan dicapai oleh orang-orang yang termotivasi untuk melakukan penelitian dan bersedia membayarnya dengan waktu dan tenaga.
Campbell, dkk. melihat pemilihan pertanyaan dalam penelitian sebagai proses non-linear dan melibatkan banyak ketidakpastian dan intuisi. Penelitian dimulai dengan pemikiran linear mekanistik, berkaitan erat dengan yang dikenal dan dipahami. Sesuatu yang kurang dipahami sebaiknya kembali dibantu dengan kajian teoritis supaya mengubahnya menjadi sesuatu yang dapat didefinisikan dengan jelas, logis dan rasional dan dapat dinilai.

Dosen    :   Tang Abdullah, S.Sos.,MAP     Senin,  27 Oktober 2009

CIRI-CIRI KEBIJAKAN PUBLIK
1.      Tindakan yang direncanakan, berpola dan saling terkait (memiliki proses)
2.      Dilakukan oleh pejabat pemerintah (bukan swasta)
3.      Dalam bidang tertentu
4.      Dapat berbentuk positif dan negatif
5.      Mengarah pada tujuan tertentu
JENIS-JENIS KEBIJAKAN PUBLIK
Menurut James E. Anderson , 1970
·         Subtantive policy adalah kebijakan dilihat dari substansi masalah yang dihadapi oleh pemerintah
·         Procedural policy adalah kebijakan dilihat dari pihak yang terlibat dalam perumusannya.
·         Destributive policy adalah kebijaksanaan yang mengatur tentang pelayanan kepada individu atau kelompok perusahaan
·         Redistributive policy yaitu kebijaksanaan yang mengatur tentang pemindahan alokasi kekayaan, pemilikan, atau hak-hak.
·         Regulatory policy yaitu kebijakan yang mengatur tentang pembatasan/pelarangan terhadap perbuatan / tindakan.
MATERIAL POLICY
Kebijakan yang mengatur tentang pengalokasian / penyediaan sumber material yang nyata bagi penerimanya
Publik Goods yaitu kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang / layanan untuk kepentingan orang banyak
Private goods policy yaitu kebijakan yang mengatur tentang penyediaan barang / pelayanan. Untuk kepentingan perorangan dipasar bebas dengan biaya tertentu.
TINGKATAN KEBIJAKAN PUBLIK
·         Kebijakan nasional yaitu kebijakan negara yang bersifat fundamental dan strategis dalam pencapaian tujuan nasional. Bentuk UUD, TAP MPR, UU, PERPU.
·         Kebijakan Umum yaitu kebijakan presiden sebagai pelaksana UUD, TAP MPR, UU, guna mencapai tujuan nasional
·         Ketentuan Pelaksanaan
1.      Penjabatan dari kebijakan mm sebagai strategi pelaksanaan tugas dibidang tertentu
2.      Wewenang : menteri / pejabat setingkat menteri dan pimpinan LPND
3.      Bentuk : peraturan, keputusan, instruksi pejabat tertentu

0 komentar:

Poskan Komentar