Sabtu, 11 Februari 2012

Desain Penelitian


Dosen  :  Dr. Muhammad Rusdi, M.Si


DESIGN PENELITIAN




 








Oleh

Mohammad Wahyuddin
(E 211 08 252)








JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR



KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya.
Tugas  ini merupakan salah satu kompetensi dasar bagi Mahasiswa tentang Metode Penelitian Administrasi . Adapun judul yang saya bawakan yaitu   ”Latar Belakang dan Fokus Penelitian.
Dalam penulisan makalah ini penulis menemukan kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan terutama sulitnya mencari bahan bacaan sehingga Makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diinginkan. Namun semuanya itu merupakan kesan suka duka yang tak mudah terlupakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Maka sehubungan dengan penyusunan makalah  ini apabila ada kekurangan atau kesalahan, hal itu tidaklah terlepas dari batasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, maka benarlah pepatah berbunyi :
Tak Ada Gading Yang Tak Retak
Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.   Dr. Muhammad Rusdi, M.Si, sebagai Dosen Ilmu Administrasi di Unhas yang memberikan arahan dan pengetahuan tentang Metode Penelitian Administrasi.
2.   Keluarga yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT demi tercapainya kesuksesan penulis dan tak henti-hentinya memberikan bantuan moril dan materil.
3.   Teman-teman Bravo yang senantiasa membantu dan memberikan dorongan.
Sebagai penulis, kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun kepada lapisan masyarakat terutama dari para rekan-rekan pembaca., demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Kiranya Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal, atas segala bantuan yang telah diberikan sehubungan dengan penyusunan Makalah ini.
Makassar, Maret 2010

                                 Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                           
KATA PENGANTAR                                                                                         i 
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB    I     PENDAHULUAN                                                                             1
BAB    II   PEMBAHASAN                                                                                2
A.     Pengertian Desain Penelitian                                                         2
B.     Dasar-dasar Ukuran                                                                       2 
C.     Mendefinisikan “statistik”                                                             3
D.     14 prinsip ukuran desain penelitian kualitatif                                4
E.      Statistik dalam penelitian administrasi publik                           5
BAB   III   PENUTUP                                                                                        6
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          7


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Semua kegiatan penelitian ilmiah harus dilakukan secara sistematis didalam penyusunan penelitian. Pada makalah ini penulis mencoba untuk memberi gambaran spesifik mengenai desain penelitian yang tertuang dalam beberapa sub-sub pembahasan dalam makalah ini. Dalam suatu penelitian, desain penelitian sangat mempunyai andil besar dalam mempengaruhi keberhasilan penelitian.
Dalam melakukan penelitian, salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas.
Dalam pembahasan khusus mengenai desain penelitian, akan banyak disinggung mengenai penelitian kuantitatif dan kualitatif. Karena jenis penelitian tersebut betul-betul harus di desain sedemikian rupa. Dalam desain penelitian kuantitatif dan kualitatif penulis berusaha untuk mengetengahkan jenis-jenis data berdasarkan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Untuk itu, dalam pembahasan makalah ini penulis lebih banyak memfokuskan desain penelitian pada 2 pendekatan tersebut sebagai bahan bacaan dan bahan acuan bagi proses kami selanjutnya.

 




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Desain Penelitian
Echols dan  Hassan Shadily, desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud. Sedangkan Lincoln dan Guba mendefinisikan rancangan penelitian sebagi usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.
Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan eksternal yang komprehensif.

B.  Dasar-dasar ukuran
Variabel kuantitatif adalah sesuatu yang dapat dihitung. Ketika nilai yang berbeda mewakili kategori suatu variabel—misalnya pria dan wanita dalam variabel gender—maka muncul makna berbeda tapi spesifik.
Dalam penelitian peneliti memakai empat tipe data ukuran
  1. Data nominal, paling lemah, hanya perlu lulus satu uji. Beda angka pasti beda unsur. Skala nominal, semata-mata angka penamaan atau klasifikasi. Dengan skala ini, perbedaan kategori dalam angka berbeda secara kualitatif. Artinya ia bukan hitungan sesuatu akan tetapi angka yang menunjukkan satu kategori pada suatu kelas yang terdiri lebih dari satu kelompok. Dengan data level nominal, angka atau label digunakan hanya untuk membedakan.. Contoh skala nominal atau kategorikal sebagai berikut:
-     Nilai 1 an 2 menunjukkan kategori wanita dan pria.
-     Nilai 0 dan 1 mewakili kelompok pemakai dan non pemakai
-     Angka untuk menunjukkan type pekerjaan, anggota partai politik, kelas di sekolah tinggi.
  1. Data ordinal : skala ordinal memberikan banyak informasi dibanding skala nominal, kaidah yang mengaturnya berlawanan dengan kaidah data nominal. Kaidah ini mengatakan bahwa unsur yang diukur dapat diperingkat atau diurut menurut beberapa dimensi.
  2. Data interval : jenis ketiga data ukuran ialah interval. Untuk dihitung sebagai skala interval, ukuran harus melewati tiga uji. Pertama, beda angka beda unsur. Kedua, unsur yang diukur dapat diperingkat atau disusun dalam beberapa dimensi. Dan ketiga—kaidah paling penting-selisih antar level berdekatan pada skala adalah (atau diasumsikan) sama.. Gradasi satuan dalam skala bisa lebar atau sempit sesuai kebutuhan. Contoh, skala lima satuan, jarak antara 3 dan 4 atau antara 4 dengan 5 bisa dalam puluhan, ratusan, ribuan, atau lebih kecil dari itu, tapi tetap sama pada setiap bagian di skala itu. Karena itu kita bisa melihat mean (rata-rata) ukuran 3.3, 3.33, atau 3.333 tergantung akurasi yang diinginkan. Jarak antara 3 dan 4, atau 1 dan 2, tidak pernah berubah. Mengukur suhu menggunakan derajat Farenheit adalah contoh baik data skala interval.
  3. Data rasio: sama dengan tiga skala atau type data lainnya, kaidah level rendah juga berlaku bagi skala rasio. Beda angka beda unsur, data dapat diperingkat atau disusun dalam beberapa dimensi, dan interval antar titik bernilai sama. Kaidah keempat yang mengatur rasio ialah skala ukuran memiliki nilai nol absolut atau nilai nol tetap sekalipun nilai itu tidak dipakai pada jarak spesifik item yang diukur. Contoh skala rasio adalah waktu, jarak, massa, dan berbagai kombinasinya; satuan terjual, jumlah pembeli, dan suhu derajat Celcius.
C.   Mendefinisikan “statistik”
Istilah statistik digunakan dalam banyak cara. Statistik digunakan untuk menafsirkan data numerik dalam suatu laporan. Istilah statistik juga digunakan untuk mendefinisikan teknik dan prosedur matematika untuk mengumpul, menjelaskan, menganalisa, dan menginterpretasi data. Proses statistik meliputi penghitungan event, determinasi nilai tengah kelompok hitung, melakukan uji hipotesa, dan menentukan hubungan antara dua variabel.
D.  14 prinsip ukuran desain penelitian kualitatif
1.         Desain penelitian kualitatif pada umumnya merupakan desain penelitian yang tidak terinci, fleksibel, timbul dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan.
2.         Lebih bersifat restrospektif yaitu, desain penelitian diketahui secara pasti setelah penelitian selesai
3.         Desain biasanya tidak mengemukan hipoteses yang perlu di tes, tetapi lebih berupa fokus penelitian yang penekannya sebagai guide atau petunjuk dalam mencari atau mengumpulkan data.
4.         Hasil penelitian lebih bersifat terbuka dan tidak membatasi phenomena ke dalam variable
5.         Desain penelitian lebih fleksibel dengan langkah-langkah yang tidak dapat dipastikan, disamping juga hasil penelitian tidak dapat diprediksi atau diramalkan.
6.         Peneliti melakukan analisis data sejak awal penelitian, bersamaan dengan proses pengumpulan data, bersifat terbuka, open endded dan dilakukan secara induktif.
7.         Penggunaan populasi posisinya tidak terlalu perlu
8.         Sampling lebih cederung menggunakan prinsip non probability sampling (Kerlinger: 1986), yang didalamnya dibedakan menjadi empat macam yaitu a) purposive, b) accidental, c) quota dan d) snow-ball sampling
9.         Instrumen penelitian kualitatif pada umumnya lebih bersifat internal dan subyektif, yang direfleksikan dengan “peneliti sebagai instrumen”
10.     Analisis data lebih bersifat terbuka terhadap perubahan, perbaikan dan penyempurnaan atas dasar data baru yang masuk atau diterima peneliti.
11.     Hipoteses tidak dapat dirumuskan pada awal penelitian, karena pada penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menguji kebenaran
12.     Statistik tidak terlalu diperlukan dalam pengolahan data dan penafsiran data
13.     Lama penelitian tidak dapat ditentukan sebelumya oleh si peneliti.
14.     Dalam penelitian kualitatif-naturalistik selalu terjadi kemungkinan peneliti menemukan hal baru (invention) disamping juga penemuan kembali hal-hal tertentu yang sebenarnya dahulu sudah ada atau discovery.
E.  Statistik dalam penelitian administrasi publik
Administrator publik dalam menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, informasi numeriknya disajikan dalam bentuk tabel, bagan, maupun ilustrasi gambar. Empat type statistik deskriptif dasar yang paling banyak digunakan manajer (Lang dan Heiss 1994): ukuran tendensi sentral, ukuran variabilitas data, ukuran posisi relatif dalam himpunan, ukuran korelasi antara dua variabel atau lebih. Type statistik inferensial dasar yang digunakan dalam riset administrasi publik:
-          uji-t perbedaan signifikan antar mean kelompok dependen (tidak berkorelasi)
-          uji-t perbedaan signifikan antar mean kelompok berpasangan atau berkorelasi analisa regresi sederhana untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antar variabel
-          uji analisa varians (ANOVA) untuk perbedaan satu variabel pada dua kelompok atau lebih
-          uji analisa varians (ANOVA) untuk perbedaan dua variabel atau lebih antar dua kelompok atau lebih, dan interaksi yang disebabkan kedua variabel itu
-          analisa covarians (ANCOVA) digunakan pada pra tes dan pasca tes aplikasi eksperimen.
BAB III
PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan di atas, dapat kami simpulkan bahwa desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan eksternal yang komprehensif. Pada penelitian kualitatif, bentuk desain dimungkinkan bervariasi karena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyai sifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan apa yang dijumpai peneliti dalam proses penelitian di lapangan.
Makalah kami juga membahas mengenai desain penelitian kuantitatif dan desain penelitian kualitatif. Pada penelitian kualitatif, penulis memaparkan beberapa jenis data pada penelitian kuantitatif dan 14 prinsip pada penelitian kualitatif.
Pada pembahasan lain, penulis juga memaparkan mengenai statistic dalam administrasi publik. Administrator publik dalam menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, informasi numeriknya disajikan dalam bentuk tabel, bagan, maupun ilustrasi gambar. Empat type statistik deskriptif dasar yang paling banyak digunakan manajer (Lang dan Heiss 1994): ukuran tendensi sentral, ukuran variabilitas data, ukuran posisi relatif dalam himpunan, ukuran korelasi antara dua variabel atau lebih.

 








DAFTAR PUSTAKA



McNabb, E., David.  2002. Research Methods in Public Administration and Nonprofit Management: Quantitative and Qualitative Approaches, ME, Sharp.

Sumber Media :
http://www.google.co.id. desain penelitian.rakim’sblog.  







Kedudukan Teori


Dosen  :  Dr. Muhammad Rusdi, M.Si


SUBSTANSI TEORI DALAM PENELITIAN




unhas0
 








Oleh

Mohammad Wahyuddin
(E 211 08 252)








JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR



KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya.
Tugas  ini merupakan salah satu kompetensi dasar bagi Mahasiswa tentang Metode Penelitian Administrasi . Adapun judul yang saya bawakan yaitu   ”Latar Belakang dan Fokus Penelitian.
Dalam penulisan makalah ini penulis menemukan kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan terutama sulitnya mencari bahan bacaan sehingga Makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diinginkan. Namun semuanya itu merupakan kesan suka duka yang tak mudah terlupakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Maka sehubungan dengan penyusunan makalah  ini apabila ada kekurangan atau kesalahan, hal itu tidaklah terlepas dari batasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, maka benarlah pepatah berbunyi :
Tak Ada Gading Yang Tak Retak
Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.   Dr. Muhammad Rusdi, M.Si, sebagai Dosen Ilmu Administrasi di Unhas yang memberikan arahan dan pengetahuan tentang Metode Penelitian Administrasi.
2.   Keluarga yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT demi tercapainya kesuksesan penulis dan tak henti-hentinya memberikan bantuan moril dan materil.
3.   Teman-teman Bravo yang senantiasa membantu dan memberikan dorongan.
Sebagai penulis, kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun kepada lapisan masyarakat terutama dari para rekan-rekan pembaca., demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Kiranya Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal, atas segala bantuan yang telah diberikan sehubungan dengan penyusunan Makalah ini.
Makassar, Februari 2010

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                           
KATA PENGANTAR                                                                                         i 
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB    I     PENDAHULUAN                                                                             1
                   A.  Latar Belakang                                                                              1
                   B.   Rumusan Masalah                                                                          1
                   C.   Tujuan Penulisan                                                                            1
                   D.  Manfaat Penulisan                                                                         1
BAB    II   TINJAUAN TEORITIS                                                                   2
A.     Latar Belakang Penelitian                                                              2
B.     Fokus Penelitian                                                                            3
C.     Pertanyaan dalam penelitian                                                          8
BAB    III  PENUTUP                                                                                          9
                   A.  Kesimpulan                                                                                    9
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          10           


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Dalam menjalankan suatu aktivitas pekerjaan, semua harus dilaksanakan berdasarkan prosedur yang benar. Prosedur tersebut merupakan instrument yang sangat membantu dalam pelaksanaan pekerjaan. Begitu pula dalam peneletian. Instrumen atau alat bantu yang paling membantu dalam menjalanlan penelitian tersebut adalah teori. Ibaratnya sebuah bangunan, teori itu adalah pondasi bangunan. Kekokohan bangunan sangat dipengaruhi oleh pondasi begitu pula dengan penelitian. Keberhasilan dan kesuksesan dalam penelitian sangat tergantung dari teori-teori yang digunakan dalam menjalankan sebuah aktivitas penelitian.
Dalam satu judul atau topic peneltian, ada banyak teori-teori yang telah dikemukakan oleh para ahli yang dapat membantu bagi seorang peneliti. Untuk itu, peneliti harus memiliki kemampuan untuk dapat memanfaatkan teori tersebut demi kesuksesan dan keberhasilan penelitian.
Melihat pentingnya kedudukan dan peranan teori dalam suatu aktivitas penelitian, maka kami sebagai generasi yang nantinya akan banyak bergelut di kehidupan sosial merasa perlu untuk mengetekahkan masalah tersebut dalam makalah sederhana ini.











BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Teori
Teori adalah Suatu penjelasan sistematis tentang hukum-hukum dan kenyataan-kenyataan yang dapat diamati yang berkaitan dengan aspek khusus dari kehidupan manusia (Jonathan Turner)
Teori adalah suatu sistem gagasan dan abstraksi yang memadatkan dan mengorganisir berbagai pengetahuan manusia tentang dunia sosial sehingga mempermudah pemahaman manusia tentang dunia sosial (Neuman).
Teori didefinisikan sebagai suatu teori yang saling berkaitan satu dengan konstruksi (variabel). Kerlinger (1979).
Teori selalu berusaha menemukan hukum-hukum umum atau pola-pola umum dari gejala sebagai suatu bentuk cara penjelasannya.
B.   Fungsi Teori
1.    Menyederhanakan penjelasan tentang gejala sosial yang rumit dan kompleks.
2.    Teori juga dapat memprediksikan suatu gejala dengan mudah.
C.   Hubungan teori dengan penelitian
1.    Tidak mungkin melakukan penelitian tanpa teori dan tidak mungkin mengembangkan suatu teori tanpa penelitian.
2.    Teori menyediakan konsep-konsep yang relevan, asumsi-asumsi dasar yang bisa digunakan, membantu dalam mengarahkan pertanyaan penelitian yang dapat diajukan dan membantu dalam memberikan makna terhadap data.
D.   Bentuk Penggunaan Teori
1.    Pendekatan Deduktif: penelitian yang menempatkan teori sebagai titik tolak utama kegiatan penggalian informasi kebenaran. Menguji teori guna memperbaiki atau mengembangkan teori.
2.    Pendekatan Induktif: penelitian yang menempatkan teori sebagai produk dari penelitian. Dilakukan melalui proses eksplorasi langsung dari kenyataan-kenyataan empiris.
Tabel 1. Penempatan teori dalam kuantitatif
Penempatan
Kelebihan
Kelemahan
Pengenalan
Sering ditemukan dalam artikel jurnal, tidak asing bagi pembaca. Menyampaikan pendekatan deduktif.
Sulit bagi pembaca untuk mengisolasi dan dasar teori yang terpisah dari komponen lain dari proses penelitian.
Tinjauan literature
Teori-teori yang ditemukan dalam literatur, dan dimasukkan ke dalam tinjauan pustaka adalah perluasan logis atau bagian dari literatur.
Sulit bagi pembaca untuk melihat teori ilmiah isolasi dari tinjauan pustaka..
Setelah hipotesis atau pertanyaan penelitian
Teori logis diskusi adalah perpanjangan dari hipotesis atau pertanyaan karena menjelaskan bagaimana dan mengapa variabel yang terkait.
Seorang penulis dapat mencakup lebih dari alasan theoritikal setelah hipotesis dan pertanyaan-pertanyaan dan biarkan diskusi panjang tentang asal-usul dan penggunaan teori.
Pada bagian terpisah
Pendekatan ini dengan jelas memisahkan teori dari komponen lain dari proses penelitian dan memungkinkan seorang pembaca untuk lebih mengenali dan memahami teori dasar bagi studi.
Diskusi teori  berdiri secara terpisah dari komponen lain dari proses penelitian dan, dengan demikian, tidak dapat dihubungkan dengan mudah oleh seorang pembaca dengan komponen lain dari proses penelitian.

E.   Jenis-jenis teori berdasarkan bentuk penjelasan
1.    Kasual: teori yang melihat hubungan sebab akibat diantara 2 variabel atau lebih.
2.    Struktural: biasanya terlihat dari teori sistem yang berkaitan diantara fungsi-fungsi dan pola-pola dalam suatu sistem hubungan sosial
3.    Interpretatif: kelompok teori pemahaman, selalu berusaha memberikan makna terhadap gejala-gejala sosial yang ada (pemberian makna). Berusaha menangkap dan memahami gejala sosial dengan cara pandang orang yang mereka teliti.
F.    Kedudukan teori dalam penelitian
1.    Konsep-konsep yang digunakan dalam penelitian dan membantu dalam penelitian terapan deskriptif lebih memfokuskan pada analisa data dan rekomendasi. Teori sebagai alat bantu dan menyediakan menafsirkan data.
2.    Penelitian Murni lebih menekankan ada penggunaan teori sebagai sentral kegiatannya karena tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan ilmu pengetahuan.










BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan







































DAFTAR PUSTAKA


Creswell, W. John. 1988. Research Design: Qualitative and Quantitative Approach. Sage publications.

http://www.google.com. Kedudukan Teori. diakses di http://staff.ui.ac.id/internal/090603089/material/KedudukanTeori.ppt. pada tanggal 15 Maret 2010.