Jumat, 26 Agustus 2011

Pengertian Administrasi dan Manajemen


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selama ini administrasi hanya dipandang sebagai kegiatan tulis menulis belaka. Pandangan orang demikian ini tentu bukan tidak beralasan Secara fisik kegiatan administrasi memang banyak didominasi dalam kegiatan tulis menulis, baik menggunakan tangan, alat tulis, mesin ketik atau komputer. Padahal banyak teori yang mengatakan kegiatan  administrasi lebih dari pada itu. Kegiatan administrasi atau tulis-menulis atau lebih dikenal dengan ketatausahaan di sebuah lembaga mempunyai out put yang sangat penting, sehingga tidak bisa dipandang kurang penting fungsinya. Menurut Soewarno Handayaningrat (1996:2), dalam bukunya “Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen” , administrasi adalah suatu kegiatan yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Sedangkan Manajemen diartikan sebagai  pelaksana dan pengambilan keputusan dari administrasi.
B.  Rumusan Masalah
1.   Apakah pengertian Administrasi dan Manajemen ?
2.   Apakah Perbedaan dan Persamaan Administrasi dan Manajemen menurut para ahli ?
C.  Tujuan
      1.   Untuk mengetahui pengertian Administrasi dan Manajemen.
      2.   Untuk mengetahui Perbedaan dan Persamaan Administrasi dan Manajemen menurut para ahli.
D.  Manfaat
      1.   Memberikan wawasan, pengetahuan tentang beberapa pengertian dari Administrasi dan Manajemen.
      2.   Mahasiswa dapat membedakan pengertian antara Administrasi dan Manajemen dari beberapa pendapat.
      2.   Mahasiswa mampu mengenal perbedaan antara Administrasi dan Manajemen.















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Administrasi dan Manajemen
Perkataan administrasi berasal dari bahasa latin yaitu “administrare”. Dalam bahasa Inggris perkataan administrasi itu adalah administration, yang dalam bahasa Indonesia mengandung arti melayani, memenuhi, mengatur, menyelenggarakan, suatu usaha atau suatu organisasi/lembaga dalam mencapai tujuannya secara intensif. Administrasi dapat diartikan sebagai usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber baik personil maupun materil secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
Administrasi adalah seluruh proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang/lebih secara rasional dalam rangkai mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Adapun pengertian menurut para ahli tentang Administrasi yaitu
1.      Leonald D. White, bahwa administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua usaha kelompok, baik usaha pemerintah ataupun swasta, sipil atau militer baik dalam skala besar ataupun kecil.
2.      Herbert A. Simon Administrasi adalah kegiatan dari kelompok orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
3.   Soewarno Handayaningrat (1996:2), dalam bukunya “Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen” , administrasi adalah suatu kegiatan yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan
3.      The Liang Gie (1965:P.5) Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam segenap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
  1. Dr. S.P Siagiaan MPA.Phd (1985:P.3) Administrasi  adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
5.      Parajudi Atmosudirjo (1975 : P) Administrasi adalah pengendalian dan penggerak dari suatu organisasi sedemikian rupa sehingga organisasi itu menjadi hidup dan bergerak menuju ketercapainya segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh administrator yakni kepala organisasi.
Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal kata “manus” yang berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. kata-kata itu digabung menjadi kata kerja “managere” yang berarti menangani, managere diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen akhirnya management diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen/ pengelolaan.
Jadi Manajemen adalah ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
 Adapun pengertian menurut para ahli tentang Manajemen yaitu
1.      Stoner Manajemen adalah proses, perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari suatu organisasi dan dari sumber-sumber organisasi dan dari sumber organisasi lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.      S.P. Hasibuan Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
3.      Harold Koontz and Cyrill O’Donnel (1972)  Management is getting thing done through the efforts of other people. (manajemen adalah terlaksananya pekerjaan melalui orang-orang lain ).
4.      G.R. Terry Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri atas tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.
5.      Prof. Oei Liang Lee
Manajemen adalah suatu ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Apabila disimpulkan pendapat-pendapat diatas, maka manajemen dapat diartikan sebagai ilmu untuk memimpin suatu usaha atau organisasi mulai dari merencanakan, membagi tugas sesuai dengan pendidikan dan keahliannya, serta melakukan pengawasan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.  Persamaan dan Perbedaan Administrasi dan Manajemen
      Persamaan Administrasi dam Manajemen
1.      Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi sama dengan manajemen. Seperti pendapat yang dikemukakan oleh PBB bahwa kedua istilah itu dipakai secara sinonim, di mana administrasi banyak dipergunakan di bidang administrasi Negara, sedangkan manajemen banyak dipergunakan di bidang administrasi Niaga (swasta) dan Administrasi Niaga.
  1. Dalam penerapan administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan hanya kegiatannya yang dapat dibedakan.
3.      Administrasi bersifat konsep menentukan tujuan dan kebijaksanaan umum secara menyeluruh sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang bertugas melaksanakan semua kegiatan untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan yang sudah tertentu pada tingkat administrasi.
Perbedaan Administrasi dam Manajemen
1.      Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi berbeda dengan manajemen. Hal ini terutama di bidang administrasi Negara, administrasi Pemerintah yang dilakukan oleh Presiden dan para Menteri sebagai penentu kebijaksanaan dalam rangka mencapai tujuan negara. Sedangkan yang wajib melaksanakan kebijaksanaan tersebut ialah manajemen. Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakannya ke arah tercapainya tujuan tersebut.
2.      Perbedaan yang jelas BPA (Balai Pembinaan Administrasi) menempatkan administrasi pada posisi dengan batasan yang luas, dan manajemen merupakan bagian dari administrasi. Menurut BPA, administrasi merupakan segenap proses penyelenggaraan atau penataan tugas-tugas pokok sesuatu usaha kerjasama sekelompok orang  dalam mencapai tujuan bersama. Dan membatasi manajemen sebagai salah satu usaha yang hanya membatasi pada segi kepemimpinan yang mengarahkan orang-orang yang bekerjasama berikut pengarahan fasilitas-fasilitasnya sehingga semua dapat berjalan dengan baik
3.      Administrasi lebih luas dari pada manajemen karena manajemen sebagai salah satu unsur dan merupakan inti dari administrasi sebagai pelaksana yang bersifat operasional melainkan mengatur tindakan -tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut "bawahan" jadi dengan manajemen administrasi akan mencapai tujuannya.
Dan dapat disimpulkan pula bahwa kegiatan manajemen juga merupakan unsur dari administrasi, bukan merupakan faktor terjadinya administrasi. 



BAB III
PENUTUP
A.  Kesimpulan
Administrasi adalah seluruh proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang/lebih secara rasional dalam rangkai mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan Manajemen adalah ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Dan Menurut beberapa ahli ditarik kesimpulan bahwa manajemen dapat diartikan sebagai ilmu untuk memimpin suatu usaha atau organisasi mulai dari merencanakan, membagi tugas sesuai dengan pendidikan dan keahliannya, serta melakukan pengawasan agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Kegiatan manajemen juga merupakan unsur dari administrasi, bukan merupakan faktor terjadinya administrasi.  Setelah definisi administrasi dan manajemen saya uraikan menurut perspektif saya, mudah-mudahan tidak lagi terjadi deviasi yang bertendensi menimbulkan bias dalam konteks pemahaman kedua istilah ini.




DAFTAR PUSTAKA

Jamal Sudirman,dkk.2005.Ekonomi:Bandung.Yudistira.

Soewarno Handayaningrat. 1996. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen: Jakarta. Gunung Agung.



































Senin, 15 Agustus 2011

BAB I PENDAHULUAN KKNP


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang KKNP
Mahasiswa merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan bermasyarakat karena mahasiswa dianggap sebagai ujung tombak generasi muda. Mahasiswa diharapkan untuk senantiasa peka dan tanggap terhadap berbagai masalah yang berkembang di tengah masyarakat.
Mahasiswa pun kerap disebut sebagai jembatan yang berfungsi untuk menghubungkan dunia pendidikan dan dunia kerja. Sebagai penghubung dunia kerja dan dunia pendidikan, mahasiswa dituntut untuk memahami dunia kerja sebelum mahasiswa tersebut terjun dalam dunia kerja sesungguhnya. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini banyak perguruan tinggi yang berlomba-lomba untuk menerapkan dan mengajarkan teknologi yang canggih kepada anak didiknya.
Pada akhirnya perguruan tinggi tersebut dapat mencetak lulusan- lulusan yang berkompeten dengan daya saing yang tinggi. Namun pada kenyataannya, saat ini sering dijumpai lulusan baru dari perguruan tinggi yang mengalami kesulitan dalam menghadapi kenyataan yang ada di lapangan. Lulusan-lulusan yang dianggap berkompeten dan mempunyai daya saing tinggi tersebut ternyata masih sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktor yang paling berpengaruh adalah kurang siapnya lulusan tersebut untuk menghadapi dunia kerja nyata. Pada umumnya, ilmu serta praktik yang telah ditempuh mahasiswa di perguruan tinggi berbeda dengan praktik yang diterapkan di dunia kerja sehingga lulusan tersebut sering menghadapi kesulitan.
Untuk mengatasi kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang terjadi  sesungguhnya, sebelum mahasiswa tersebut menyandang predikat sebagai seorang sarjana, sebaiknya mahasiswa tersebut dibekali dengan ilmu atau keahlian sehingga para mahasiswa dapat menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya dengan lebih siap. Sebagai sarana untuk membekali mahasiswa agar lebih siap dalam menghadapi dunia kerja yang nyata maka mahasiswa diharuskan untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP). KKNP atau magang merupakan mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univeristas Hasanuddin  yang dilakukan dengan bekerja pada instansi pemerintah atau instansi swasta sesuai dengan disiplin ilmu mahasiswa tersebut.
Melalui Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) mahasiswa diharapkan untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam perkuliahan pada realitas dunia kerja yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk berpikir teoritis melainkan juga melaksanakan praktik yang akan mendukung pandangan tentang komparasi dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Hal tersebut ditujukan agar mahasiswa memiliki pola pikir yang lebih dalam bahwa disiplin ilmu yang digelutinya selama duduk di bangku perkuliahan tidak selalu dapat diaplikasikan secara ideal maupun menyeluruh. Dengan melihat realitas yang ada maka dibutuhkan adaptasi guna mendukung pelaksanaan kerja serta pengamatan pada perusahaan tempat KKNP.
KKNP merupakan langkah yang tepat dalam mempraktikkan teori-teori yang telah diperoleh selama kuliah dan mengembangkan kemandirian mahasiswa sehingga mereka berusaha melaksanakan setiap pekerjaan atau tugas yang diembannya dengan hasil yang maksimal dan bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan dalam dunia kerja yang semakin ketat. Dalam hal ini, mahasiswa juga dituntut untuk tidak mudah bergantung pada orang lain namun harus bergantung pada inisiatif dan kreativitas diri sendiri.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis berkesempatan untuk melaksanakan KKNP di Kantor Pre Delivery Centre Hadji Kalla, dimana akan mengkaji pada bidang keilmuan yaitu Ilmu Administrasi.  Setelah penulis menjalankan aktivitas selama waktu yang telah ditentukan, maka penulis berusaha untuk melaporkan aktivitas- aktivitas tersebut dalam laporan KKNP.
Penulisan ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis untuk memberikan gambaran umum dan hasil yang diperoleh dari aktivitas yang dilakukan di Kantor Pre Delivery Centre Hadji Kalla dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi semua pembaca.


B.   Tujuan KKNP
       Tujuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) adalah sebagai berikut:
1.         Untuk memenuhi salah satu mata kuliah wajib dan syarat kelulusan di Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.
2.         Untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan melalui tambahan wawasan, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan bermasyarakat dalam bentuk praktik kerja langsung di lapangan.
3.         Untuk mengenal seluk beluk dunia kerja yang akan digeluti oleh mahasiswa di masa mendatang sehingga mahasiswa lebih siap dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
4.         Untuk menciptakan mahasiswa yang mampu berpikir secara luas, positif dan kritis dalam menghadapi dunia kerja.
5.         Untuk mengetahui cara berinteraksi dengan orang lain terutama cara berinteraksi di lingkungan kerja.

C.   Manfaat KKNP
Manfaat Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) meliputi manfaat bagi mahasiswa, bagi Pre Delivery Centre Hadji Kalla, dan bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin..
Manfaat KKNP adalah sebagai berikut :
       1.    Bagi Mahasiswa
a.  Mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara fisik, mental maupun kualitas serta dapat meningkatkan kompetensi, kecerdasan intelektual dan emosional dalam rangka menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
b.  Menambah bekal pengetahuan, gambaran aktivitas kerja, wawasan serta keadaan mengenai lingkungan kerja yang nyata serta mendapat tambahan pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk terjun ke dalam dunia kerja di masa yang akan dating.
c.  Mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan teoritis yang telah diperoleh di  bangku perkuliahan dalam berbagai kasus di lapangan serta dapat mengetahui seberapa jauh  relevansi antara teori yang diajarkan di bangku perkuliahan dengan kenyataan di dunia kerja  yang sesungguhnya.

       2.    Bagi Pre Delivery Centre Hadji Kalla
a.  Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran dari mahasiswa dalam menjalankan kegiatan operasional dan program kerja perusahaan sesuai dengan disiplin ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan.
b.  Sebagai sarana untuk menjalin hubungan kerja sama yang baik antara perusahaan dengan Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin.

       3.    Bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univeristas Hasanuddin
a.    Memperluas jaringan kerja sama dengan perusahaan atau lembaga yang menjadi tempat penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP).
b.    Dengan dilaksanakannya kegiatan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) ini, perguruan tinggi mengharapkan adanya umpan balik sebagai acuan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Profesi (KKNP) selanjutnya

Jumat, 22 Juli 2011

Analisa Data

ITugas   :  Kelompok
Dosen  :  Dr. Muhammad Rusdi, M.Si


ANALISA  DATA












Oleh

Mohammad Wahyuddin
(E 211 08 252)








JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR


KATA PENGANTAR
Puji Syukur kehadirat Allah SWT, karena rahmat dan hidayah-nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sebagaimana mestinya.
Makalah ini merupakan salah satu kompetensi dasar bagi Mahasiswa tentang Metode Penelitian Administrasi . Adapun judul yang kami bawakan yaitu “Sampling"
Dalam penulisan makalah ini penulis menemukan kesulitan-kesulitan dan hambatan-hambatan terutama sulitnya mencari bahan bacaan sehingga Makalah ini jauh dari kesempurnaan yang diinginkan. Namun semuanya itu merupakan kesan suka duka yang tak mudah terlupakan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Maka sehubungan dengan penyusunan makalah  ini apabila ada kekurangan atau kesalahan, hal itu tidaklah terlepas dari batasan ilmu pengetahuan yang dimiliki penulis, maka benarlah pepatah berbunyi :
Tak Ada Gading Yang Tak Retak
Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.   Dr. Muhammad Rusdi, M.Si, sebagai Dosen Ilmu Administrasi di Unhas yang memberikan arahan dan pengetahuan tentang Metode Penelitian Administrasi.
2.   Keluarga yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT demi tercapainya kesuksesan penulis dan tak henti-hentinya memberikan bantuan moril dan materil.
3.   Teman-teman Bravo yang senantiasa membantu dan memberikan dorongan.
Sebagai penulis, kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun kepada lapisan masyarakat terutama dari para rekan-rekan pembaca., demi kesempurnaan makalah berikutnya.
Kiranya Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal, atas segala bantuan yang telah diberikan sehubungan dengan penyusunan Makalah ini.

Makassar,      April

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                           
KATA PENGANTAR                                                                                         i 
DAFTAR ISI                                                                                                        ii
BAB    I     PENDAHULUAN                                                                             1
BAB    II   PEMBAHASAN                                                                                2
A.     2 Tipe Analisa Data                                                                       2
B.     Analisa Univariat ( O’Sullivan)                                                     2
C.     4 Tipe Statistic Deskriptif (Lang and Heiss 1990)                        3
D.     Tehnik Mengeksplorasi Data                                                         5
BAB    III  PENUTUP                                                                                          6
                   A.  Kesimpulan                                                                                    6
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          7



BAB I
PENDAHULUAN

Keanekaragaman tehnik dan proses yang harus dilakukan oleh seorang peneliti yang eksistensi dalam mencapai tujuannya. Analisa data salah satu tehnik dan proses yang harus dilakukan oleh peneliti. Analisa data adalah mengelompokkan kasus menurut kesamaan atau kemiripan nilai atau hitungan dan proses ini dinamakan enumerasi.
Peneliti akan bekerja sedikit lebih keras dalam suatu penelitian yang datanya paling tidak berbentuk angka-angka atau yang dapat diubah dalam bentuk angka. Oleh karena, dibutuhkan teknik yang professional untuk menangani data-data kuantitatif seperti  itu. Banyak ragam analisis terhadap data kuantitatif seperti itu,  mulai dari pengorganisasian data sedrehana hingga analsis statistic yang kompleks. Maka dari itu makalah ini berupaya menguraikan secara komprehensif semua sapek analisis data kuantitatif. Tujuan utamanya adalah membantu pembaca menangani masalah pemilihan analisis yang tepat digunakan untuk pada saat hendak menjawab masalah penelitian.













BAB II
PEMBAHASAN


A.  2 Tipe Analisa Data
Analisis data pada umumnya dibagi dalam 2 (dua) tipe besar yaitu; eksploratif dan konfirmatif. Pertama, Analisis eksploratif berusaha mengeksplor atau mengetahui secara lebih jauh apa yang mereka katakan pada anda. Analisis eksploratif banyak digunakan dalam desain penelitian fleksibel (flexible design research).
Namun ada juga pendekatan modern yang cukup berpengaruh yang digunakan dalam menganalisis data kuantitatif yang diberi nama exploratory data analysis (EDA) atau analisis data eksploratif yang dikemukakan oleh Tukey (1977) – lihat juga Velleman and Hoaglin (1981) dan Lovie and Lovie (1991). Ada dua level pendekatan yang digunakan Tukey. Pertama, menampilkan data dengan menggunakan diagram atau secara diagramatis seperti ‘box plots’. Kedua dengan menggunakan gambar. Pendekatan ini banyak mendapat kritikan karena gambar tidak terlalu dibutuhkan dalam analisis statistic yang melibatkan berbagai uji, uji signifikansi.
Kedua, Analisis konfirmatif berusaha memastikan apakah anda telah benar-benar mendapatkan apa yang anda ingin ketahui (misalnya berdasarkan teori, seperti memprediksi operasi atau jalannya suatu mekanisme tertentu). Analisis data konfirmatif (CDA) seperti ini merupakan pendekatan umum dalam analisis statistic.

B.   Analisa Univariat ( O’Sullivan)
Langkah selanjutnya setelah mengumpulkan dan merakit data ialah mendapatkan gambaran data mengenai di bawah ini:
·         Nilai variabelnya.
·         Tingkat kemiripan nilai itu pada kasus lain.
·         Seberapa berbeda kasusnya.
·         Pada kisaran berapa nilainya terdistribusi.     
Pertanyaan yang ditanyakan kepada administrator, analis, dan peneliti ialah meminta penjelasan tentang distribusi suatu variabel. Dua perbedaan dalam statistik: (1) antara statistik deskriptif dan inferensial, dan (2) antara distribusi univariat dan multivariat statistiknya. Statistik deskriptif untuk tujuan ikhtisar dan menjelaskan data pada kasus yang diteliti. Statistik inferensial untuk membuat inferensial (simpulan) dari populasi yang lebih besar, dan menggunakan data dari kasus yang diteliti untuk menyimpulkan kasus yang tidak diteliti. Statistik univariat memberitahukan kita akan distribusi nilai satu variabel. Statistik multivariat mengukur joint distribution dua variabel atau lebih dan ukuran itu kemudian untuk menentukan hubungan antar dan sesama variabel. Distribusi bivariat adalah kasus tertentu distribusi multivariat dan sebagai joint distribution dua variabel.

C.  4 tipe statistic deskriptif (Lang and Heiss 1990)
·                           Pengukuran Central Tendency
Tujuan utama pengukuran central tendency adalah untuk mengetahui nilai yang “paling khas” yang terdapat dalam keseluruhan data. nilai yang “khas” ini selanjutnya digunakan sebagai nilai rekapitulasi  atau summary value. Ukuran yang paling umum digunakan dalam pengukuran central tendency yaitu, Mean (merujuk pada rata-rata hitung) adalah nilai rata-rata  yang didapat dengan cara menjumlahkan semua skor dan dibagi dengan banyaknya skor. Median (yaitu titik tengah ketika semua skor disusun menurut ukuran (misalnya, untuk skor yang berjumlah sebelas maka titik tengahnya adalah skor yang keenam). Modus adalah nilai yang paling sering muncul.
·                           Pengukuran Variabilitas
1.       Range – Rentang atau biasa juga disebut banjar merupakan perbedaan antara nilai variable tertinggi dan nilai varaibel terrendah.
2.       Inter-quartile range – rentang antar quartile merupakan perbedaan antara skor yang memiliki seperempat  skor di bawahnya (disebut quartil pertama atau persentil ke-25 ) dan skor yang memiliki tiga per empat skor di bawahnya (disebut quartil ketiga atau persentil ke-75).
3.       Varians – ukuran rata-rata dari kuadrat deviasi dari skor individual dari nilai rata-rata.
4.       Standar deviasi – akar dua dari varians
5.       Standard error – ukuran stnadar deviasi dari skor rata-rata.
·                           Pengukuran Posisi Relative
Pengukuran relative position (posisi relative) digunakan untuk membandingkan  satu skor dengan skor lainnya dalam seperangkat data. Ada dua tipe pengukuran yang digunakan yaitu persentil dan standard scores (skor standar). Persentil merupakan titik atau nilai yang digunakan untuk menunjukkan persentase subyek atau pengukuran dengan skor di bawah angka persentil tersebut. Persentil paling umum digunakan dalam statistic pendidikan.
Standard score atau nilai standar adalah skor asli atau skor mentah dari seperangkat data yang telah ditransformasi secara stitistik untuk menghasilkan satu dasar pengukuran umum untuk semua skor. Nilai standar ini sering digunakan untuk membandingkan satu skor dengan skor lainnya.
·                           Pengukuran Korelasi
Pengukuran korelasi biasanya digunakan untuk menunjukkan hubungan atau asosiasi antar dua atau lebih variable atau subyek. Pengukuran korelasi dan statistic deskriptif lainnya sudah lazim dimasukkan dalam laporan ilmiah penelitian social dan administrasi.
Data dalam pengukuran korelasi dikelompokkan dalam dua kategori, tergantung pada tipe pengukuran yang disajikan yaitu; discrete (diskrit) atau continuous (kontinyu). Data nominal dan Ordinal merupakan data yang bersifat kategoris dan oleh karena itu masuk kategori discrete numbers (angka diskrit). Data interval dan Rasio  dapat bervariasi dalam suatu rentang tertentu; oleh karena itu masuk kategori continuous (kontinyu).
Keempat tipe pengukuran yang dikemukakan oleh Lang dan Heiss ini memungkinkan kita mereduksi atau merekapitulasi data dalam jumlah besar ke dalam bentuk sejumlah kecil  angka-angka yang mengandung arti tertentu yang dapat dipahami setiap orang. Angka-angka yang telah mengalami proses rekapitulasi ini (summary number) dapat memberikan informasi penting tentang  struktur internal data mentah.

D.  Tehnik Mengeksplorasi Data
Cara mudah untuk mengeksplorasi banyak data adalah dengan cara menyusunnya kembali data tersebut sedemikian rupa melalui perhitungan frekuensi (banyaknya) kejadian suatu hal atau dengan cara menampilkan tampilan diagram atau grafis tertentu. Salah satu yang dapat dilakukan adalah membuat distribusi frekuensi. Contoh distribusi frekuensi yang dihasilkan melalui program SPSS, cara lain yang juga dapat digunakan adalah histogram.
Chart  atau diagram dapat ditampilkan beserta frekeuensi atau persentase pada sumbu vertical. Kadang-kadang ada yang membedakan antara histogram dan bar chart (diagram batang). Diagram batang merupakan suatu tipe histogram yang batangnya berpisah satu sama lain. Ada konvensi yang disepakati bahwa bahwa histogram yang batangnya ‘bergandengan’ hanya digunakan untuk variable kontinu (sementara diagram batang dapat menampilkan beberapa  nilai angka atau bilangan dan tak dibatasi  pada seluruh nilai angka atau bilangan).
Cara lain menampilkan data atau informasi adalah dengan menggunakan Pie Chart atau diagram lingkaran. Bar Chart, Hstogram dan Pie Chart banyak diminati dalam menyajikan data daripada distribusi frekuensi. Alasannya karena  lebih cepat dan mudah dipahami oelh kebanyak khalayak (untuk mengetahui data empirisnya lihat Spence and Lewandowsky, 1990).



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Statistik Deskriptif digunakan untuk menyederhanakan atau merekapitulasi data dan mendeskripsikan sampel. Ada empat kategori informasi deskriptif yang dapat digunakan untuk tujuan ini yaitu: pengukuran central tendency, pengukuran variabilitas, pengukuran relative position dan pengukuran korelasi. Semua bentuk statistic ini dapat dihitung secara cepat dengan menggunakan Microsoft Excel.
Ada lima pengukuran central  tendency yang dapat digunakan untuk dalam statistic deskriptif. Kelima pnegukuran tersebut meliputi; nilai rata-rata aritmetik (atau biasa disebut rata-rata), media, modus, rata-rata geometric dan rata-rata trim (te trimmed mean). Ada tiga pengukuran variabilitas yaitu; range (rentang), varians dan standar deviasi.
Ada dua pengukuran relative position atau  posisi relative yaitu persentil an standard scores (skor standar); yang memungkinkan membanding satu skor dengan skor lainnya dalam sperangkat data. Standard skore yang yang paling umum digunakan adalah Z-statistic, yang menyatakan varians berdasarkan nilai standar deviasi dari rata-rata (ean). Sebagian besar data, hamper semua skor berada pada rentang standar deviasi plus minus (±) tiga dari rata-rata kelompok
Pengukuran korelasi digunakan untuk mengidentifikasi atau mengetahui secara numeric tingkat hubungan antar variable. Hati-hati jangan sampai disamakan dengan hubungan sebab- akibat. 





DAFTAR PUSTAKA


Miller, C. Delbert, 1974. Handbook of Research Design and Social Measurement. David McKay Company.

McNabb, E., David, 2002. Research Methods in Public Administration and Nonprofit Management: Quantitative and Qualitative Approaches, ME, Sharp.

O’Sullivan, Elizabethan, dkk. 2003. Research Methods for Public Administrators, Addison Wesley Publihser.